Selasa, 22 Maret 2011

Manfaat Bawang Bombai

Jenis bawang yang seringkali hanya sebagai pelengkap makanan ini ternyata memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Menurunkan kadar kolesterol dan mencegah kanker, sudah terbukti!


   Saat ini, bawang bombay tidak asing lagi di dapur masyarakat Indonesia. Bawang bombay sering kali digunakan sebagai bahan pelengkap untuk membuat berbagai macam masakan, terutama masakan ala Eropa. Penggunaan bawang bombay yang hanya sebatas bahan pelengkap saja ini patut disayangkan, karena sesungguhnya sejenis bawang yang berukuran besar ini memiliki khasiat yang sangat banyak.
Manfaat bawang bombay sebenarnya telah disadari sejak dahulu kala. Bahkan ada suatu berita bahwa pada zaman Yunani kuno,, para pekerja pembuat Piramid mengonsumsi bawang bombay. Dalam berita itu dikatakan bawang bombay dapat menambah tenaga dan meningkatkan kekuatan para pekerja pembuat Piramid.


  Akhir-akhir ini seringkali dibicarakan mengenai dampak buruk oksigen aktif terhadap tubuh. Dampak oksigen aktif tersebut indentik dengan masalah berat seputar kesehatan, terutama sebagai pemicu timbulnya kanker dan pendorong penuaan.


  Seiring perkembangan zaman, teknologi maju bisa membuktikan aneka manfaat bawang bombay bagi tubuh kita. Salah satunya adalah sebagai anti oksidan yang berfungsi untuk menghambat kerja oksigen aktif, dan mencegah berbagai zat lain yang nantinya menjadi racun bagi tubuh. Sebagai anti oksidan, baik dari sisi zat yang dikandung maupun dari kadarnya, bawang bombay merupakan salah satu bahan yang tepat.
Sebagai contoh, salah satu zat ayang dikandung bawang bombay adalah gultation. Gultation adalah salah satu unsur yang berfungsi sebagai anti oksidan. Zat ini juga terdapat pada liver dan bola mata. Bila gultation berkurang, akan mengakibatkan menurunnya fungsi hati dan memicu terbentuknya katarak.


Menurunkan kadar gula darah
     Diabetes terjadi karena tidak mencukupinya insulin yang disekresikan oleh pankreas. Diabetes juga dapat disebabkan oleh menurunnya kerja insulin. Insulin merupakan hormon yang bekerja untuk mengambil grape sugar yang terdapat pada darah ke dalam sel. Oleh karena itu, bila seseorang terkena diabetes, maka gula darahnya akan tinggi dan susah diturunkan.
Berdasarkan uji klinis yang dilakukan, diketahui bahwa dengan mengonsumsi bawang bombay dapat menurunkan gula darah. Penelitian pernah dilakukan di Jepang dengan melibatkan 11 orang penderita diabetes sebagai responde. Selama 16 minggu, responden diminta untuk mengonsumsi bawang bombay setiap hari. Hasilnya, 80% responden mengalami penurunan kadar gula darah. Tidak hanya itu saja, kadar kolesterol dan lemak pun berkurang.

Menurunkan kolesterol dan tekanan darah
   Jantung koroner dan stroke merupakan penyakit yang menjadi faktor kematian yang tinggi di Indonesia. Kedua penyakit ini disebabkan oleh pengerasan pembuluh jantung. Pengerasan ini terjadi karena tersumbatnya saluran peredaran darah oleh kolesterol jahat yang terdapat di dalam darah.
Bawang bombay dapat menekan bertambahnya kolesterol yang terdapat di dalam darah, dan mencegah terserapnya trombosit yang merupakan dasar terbentuknya thrombus. Bawang bombay juga mengandung unsur yang disebut protaglandin yang secara nyata dapat bekerja langsung untuk menurunkan tekanan darah.


Untuk mencegah kanker.
  Penyakit mematikan lainnya adalah kanker. Kanker berhubungan erat dengan lingkungan di sekitarnya dan pola hidup, terutama pola makan seseorang. Saat ini penelitian mengenai kanker terus dilakukan.
Faktor untuk mencegah terkena kanker, adalah dengan mengonsumsi berbagai macam vitamin, misalnya vitamin A, C, dan E, juga mengonsumsi zat-zat kombinasi sulfur dan flabonoid. Bawang bombay mengandung kesemua unsur tersebut. Bawang bombay kaya akan flabonoid jenis kelsetin. Dengan demikian, bawang bombay juga dapat disebut sebagai bahan makanan pencegah kanker.
  
   Bawang bombay juga banyak mengandung vitamin B1 yang berfungsi untuk mendorong vitalitas dan meningkatkan nafsu makan.
Pada penelitian yang dilakukan oleh salah satu universitas di Amerika pada tahun 2004, diteliti reaksi perkembangan sel kanker bial sel tersebut disatukan dengan zat-zat yang dikeluarkan oleh bawang bombay.   
     Dari penelitian tersebut diketahui bahwa beberapa jenis baawang bombay dapat berkhasiat untuk mencegah kanker hati dan kanker usus besar.
Jenis bawang bombay yang dimaksud adalah bawang bombay yang mengandung unsur bau yang kuat. Bau tersebut timbul karena adanya kandungan asam fenol. Semakin kuat baunya, menandakan semakin banyak asam fenol yang terkandung. Ini juga berarti semakin kuat khasiat bawang bombay sebagai pencegah kanker.
Jadi, mulai sekarang, tak ada salahnya anda menambahkan bawang bombay pada menu makan Anda sehari-hari. (SP/Endah Herawati)
Sumber : Sehat Plus/No. 8/ Vol. 3/2005

Manfaat Temulawak

Temulawak Banyak Khasiat, Ayo Minum Temulawak

      Dengan adanya krisis moneter, masyarakat terdorong kembali menggunakan obat-obat tradisional yang boleh dikatakan bebas dari komponen impor. Salah satunya adalah rimpang temulawak yang telah dikenal oleh nenek moyang kita sejak jaman dahulu. Selama ini, telah banyak penelitian-penelitian yang dilakukan baik oleh ilmuwan Indonesia maupun ilmuawan asing untuk membuktikan khasiat temulawak, tetapi karena belum adanya sistem pendokumentasiaan yang terpadu, maka belum semua hasil-hasil penelitian tersebut dapat diakses oleh masyarakat umum. Berikut ini kami sajikan rangkuman publikasi tentang khasiat temulawak dari tahun 1980-1997 yang bersumber dari karya ilmiah asing dan karya ilmiah Indonesia koleksi PDII-LIPI. Tentunya masih ada karya ilmiah Indonesia yang belum tercakup dalam tulisan ini, termasuk penelitian skripsi dari perguruan tinggi yang memang tidak tersedia dalam koleksi PDII-LIPI. Namun demikian, kami berharap tinjauan literatur ini dapat membantu ilmuwan dalam mengikuti perkembangan Iptek mutakhir.

  Untuk mengetahui khasiat temulawak, telah dilakukan beberapa cara pengujian, baik secara in vitro, pengujian terhadap binatang dan uji klinis terhadap manusia. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan, yang paling banyak adalah uji terhadap binatang percobaan, sedangkan uji terhadap manusia masih tergolong jarang.

Efek analgesik
  Yamazaki (1987, 1988a) melaporkan bahwa ekstrak metanol temulawak yang diberikan secara oral pada tikus percobaan, dinyatakan dapat menekan rasa sakit yang diakibatkan oleh pemberian asam asetat. Selanjutnya, Yamazaki (1988b) dan Ozaki (1990) membuktikan bahwa germakron adalah zat aktif dalam temulawak yang berfungsi menekan rasa sakit tersebut.

Efek anthelmintik
  Pemberian infus temulawak, temu hitam dan kombinasi dari keduanya dalam urea molasses block dapat menurunkan jumlah telur per gram tinja pada domba yang diinfeksi cacing Haemonchus contortus (Bendryman dkk. 1996).
Efek antibakteri/antijamur
Dilaporkan bahwa ekstrak eter temulawak secara in vitro dapat menghambat pertumbuhan jamur Microsporum gypseum, Microsporum canis, dan Trichophytol violaceum (Oehadian dkk. 1985). Minyak atsiri Curcuma xanthorrhiza juga menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, sementara kurkuminoid Curcuma xanthorrhiza mempunyai daya hambat yang lemah (Oei 1986a).

Efek antidiabetik
  Penelitian Yasni dkk. (1991) melaporkan bahwa temulawak dapat memperbaiki gejala diabetes pada tikus, seperti : growth retardation, hyperphagia, polydipsia, tingginya glukose dan trigliserida dalam serum, dan mengurangi terbentuknya linoleat dari arakhidonat dalam fosfolipid hati. Temulawak khusus-nya merubah jumlah dan komposisi fecal bile acids.

Efek antihepatotoksik
  Pemberian seduhan rimpang temulawak sebesar 400, 800 mg/kg selama 6 hari serta 200, 400 dan 800 mg/kg pada mencit selama 14 hari, mampu menurunkan aktivitas GPT-serum dosis hepatotoksik parasetamol maupun mempersempit luas daerah nekrosis parasetamol secara nyata. Daya antihepatotoksik tergantung pada besarnya dosis maupun jangka waktu pemberiannya (Donatus dan Suzana 1987).

Efek antiinflamasi
  Oei (1986b) melaporkan bahwa minyak atsiri dari Curcuma xanthorrhiza secara in vitro memiliki daya antiinflamasi yang lemah. Sementara Ozaki (1990) melaporkan bahwa efek antiinflamasi tersebut disebabkan oleh adanya germakron. Selanjutnya, Claeson dkk. (1993) berhasil mengisolasi tiga jenis senyawa non fenolik diarylheptanoid dari ekstrak rimpang temulawak, yaitu : trans-trans-1,7-difenil-1,3,-heptadien-4-on (alnuston); trans1,7-difenil-1-hepten-5-ol, dan trans,trans-1,7-difenil-1,3,-heptadien-5-ol. Ketiga senyawa tersebut dinyatakan mempunyai efek antiinflamasi yang nyata terhadap tikus percobaan.

Efek antioksidan
  Jitoe dkk. (1992) mengukur efek antioksidan dari sembilan jenis rimpang temu-temuan dengan metode Thiosianat dan metode Thiobarbituric Acid (TBA) dalam sistem air-alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak temulawak ternyata lebih besar dibandingkan dengan aktivitas tiga jenis kurkuminoid yang diperkirakan terdapat dalam temulawak. Jadi, diduga ada zat lain selain ketiga kurkuminoid tersebut yang mempunyai efek antioksidan. Selanjutnya, Masuda dkk. (1992) berhasil mengisolasi analog kurkumin baru dari rimpang temulawak, yaitu: 1-(4-hidroksi-3,5-dimetoksifenil)-7-(4 hidroksi-3-metoksifenil)-(1E. 6E.)-1,6-heptadien-3,4-dion. Senyawa tersebut ternyata menun-jukkan efek antioksidan melawan oto-oksidasi asam linoleat dalam sistem air-alkohol.

Efek antitumor
  Itokawa dkk.(1985) berhasil mengisolasi empat senyawa sesquiterpenoid bisabolan dari rimpang temulawak, yaitu -kurkumen, ar-turmeron, -atlanton dan xanthorrizol. Sebagian besar dari zat tersebut merupakan senyawa antitumor melawan sarcoma 180 ascites pada tikus percobaan. Efektivitas antitumor dari senyawa tersebut adalah: (+++) untuk kurkumen, (++) untuk ar-turmeron, dan (++) untuk xanthorrizol. Sementara itu, Yasni (1993b) melaporkan bahwa pemberian temulawak dapat mengaktifkan sel T dan sel B yang berfungsi sebagai media dalam sistem kekebalan pada tikus percobaan.
Ahn dkk. (1995) melaporkan bahwa ar-turmeron yang terkandung dalam temulawak dapat mem perpanjang hidup tikus yang terinfeksi dengan sel kanker S-180. Komponen tersebut menunjukkan aktifitas sitotoksik yang sinergis dengan sesquifelandren yang diisolasi dari tanaman yang sama sebesar 10 kali lipat terhadap sel L1210. Disamping itu, kurkumin bersifat memperkuat obat-obat sitotoksik lainnya seperti siklofosfamida, MeCCNU, aurapten, adriamisin, dan vinkristin.

Efek penekan syaraf pusat
  Penelitian Yamazaki dkk. (1987, 1988a) menyatakan bahwa ekstrak rimpang temu lawak ternyata mempunyai efek memperpanjang masa tidur yang diakibatkan oleh pento barbital. Selanjutnya dibuktikan bahwa (R )-(-)-xantorizol adalah zat aktif yang menyebab-kan efek tersebut dengan cara menghambat aktifitas sitokrom P 450. Selain xantorizol, ternyata germakron yang terkandung dalam ekstrak temulawak juga mempunyai efek mem perpanjang masa tidur (Yamazaki 1988b). Pemberian germakron 200 mg/kg secara oral pada tikus percobaan dinyatakan dapat menekan hiperaktifitas yang disebabkan oleh metamfe-tamin (3 mg /kg i.p). Lebih lanjut dinyatakan bahwa pemberian 750 mg/kg germakron secara oral pada tikus percobaan tidak menunjukkan adanya toksisitas letal (Yamazaki 1988b).

Efek diuretika
  Penelitian Wahjoedi (1985) menyatakan bahwa rebusan temulawak pada dosis ekuivalen 1x dan 10x dosis lazim orang pada tikus putih mempunyai efek diuretik kurang lebih setengah dari potensi HCT (Hidroklorotiazid) 1,6 mg/kg.

Efek hipolipidemik
  Penggunaan temulawak sebagai minuman pada ternak kelinci betina menunjukkan bahwa tidak terdapat lemak tubuh pada karkas dan jaringan lemak di sekitar organ reproduksi (Soenaryo 1985). Adapun penelitian Yasni dkk. (1993a) melaporkan bahwa temulawak menurunkan konsentrasi triglise rida dan fosfolipid serum, kolesterol hati, dan meningkatkan kolesterol HDL serum dan apolipoprotein A-1, pada tikus yang diberi diet bebas koles-terol. Adapun pada tikus dengan diet tinggi kolesterol, temulawak tidak menekan tingginya kolesterol serum walaupun menurunkan kolesterol hati. Dalam penelitian tersebut dilaporkan bahwa kurkuminoid yang berasal dari temulawak ternyata tidak mempunyai efek yang nyata terhadap lemak serum dan lemak hati, maka disimpulkan bahwa temulawak mengandung zat aktif selain kurkuminoid yang dapat merubah metabolisme lemak dan lipoprotein. Selanjutnya Yasni dkk. (1994) membuktikan bahwa kurkumen adalah salah satu zat aktif yang mempunyai efek menurunkan trigliserida pada tikus percobaan dengan cara menekan sintesis asam lemak.
Sementara itu, Suksamrarn dkk. (1994) melaporkan bahwa dua senyawa fenolik diarilheptanoid yang diisolasi dari rimpang temulawak, yaitu : 5-hidroksi-7-(4-hidroksifenil)-1-fenil-(1E)-1-hepten dan 7-(3, 4-dihidroksifenil)-5-hidroksi-1-fenil-(1E)-1-hepten, secara nyata menunjukkan efek hipolipidemik dengan cara menghambat sekresi trigliserida hati pada tikus percobaan.
Uji coba kemanjuran temulawak dilakukan oleh Santosa dkk. (1995). terhadap 33 orang pasien penderita hepatitis khronis. Selama 12 minggu, setiap pasien menerima 3 kali sehari satu kapsul yang mengandung kurkumin dan minyak menguap. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa data serologi (GOT, GPT, GGT, AP) dari 68-77% pasien menunjukkan tendensi penurunan ke nilai normal dan bilirubin serum total dari 48% pasien juga menurun. Keluhan nausea/vomitus yang diderita pasien dilaporkan menghilang. Gejala pada saluran pencernakan dirasakan hilang oleh 43% pasien sedangkan sisanya masih mera sakan gejala tersebut, termasuk 70% pasien yang merasakan kehilangan nafsu makannya.

Efek hipotermik
  Pemberian infus temulawak menunjukkan penurunan suhu pada tubuh mencit perco baan (Pudji astuti 1988). Penelitian Yamazaki dkk. (1987, 1988a) menunjukkan bahwa ekstrak metanol rimpang temulawak mempunyai efek penurunan suhu pada rektal tikus percobaan. Selanjutnya dibuktikan bahwa germakron diidentifikasi sebagai zat aktif dalam rimpang temulawak yang menyebabkan efek hipotermik tersebut (Yamazaki 1988b).

Efek insektisida
  Pandji dkk. (1993) meneliti efek insektisida empat jenis rimpang dari spesies Zingiberaceae yaitu: Curcuma xanthorrhiza, C. zedoaria, Kaempferia galanga dan K. pandurata. Tujuh belas komponen terbesar termasuk flavonoid, sesquiterpenoid, dan derivat asam sinamat berhasil diisolasi dan didentifikasi menggunakan NMR dan Mass spektra. Semua komponen diuji toksisitasnya terhadap larva Spodoptera littoralis. Secara contact residue bioassay, nampak bahwa xantorizol dan furanodienon merupakan senyawa sesquiterpenoid yang paling aktif menunjukkan toksisitas melawan larva yang baru lahir, tetapi efek toksisitas tersebut tidak nyata jika diberikan bersama makanan. Selanjutnya dilaporkan bahwa ekstrak Curcuma xanthorrhiza mempunyai efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti instar III (Wibowo dkk. 1995).

Efek lain-lain
  Hasil wawancara dengan 100 orang responden wanita petani menunjukkan bahwa penggunaan temulawak d apat memperbaiki kerja sistem hormonal yang mengontrol metabolisme khususnya karbo hidrat dan asam susu, memperbaiki fisiologi organ tubuh, dan meningkatkan kesuburan (Soenaryo 1985).
Komponen yang terkandung dalam temulawak dinyatakan mempunyai sifat koleretik (Oei 1986a; Siegers et al 1997). Temulawak dilaporkan mempunyai efek mengurangi pengeluaran tinja pada tikus percobaan (Wahyoedi 1980). Ekstrak temulawak tidak menunjukkan efek toksik. Untuk mematikan Libistes reticulatus diperlukan ekstrak Curcuma xanthorrhiza dengan dosis besar (Rahayu dkk. 1992).
Pemberian infus temulawak dinyatakan dapat meningkatkan kontraksi uterus tikus putih (Damayanti dkk. 1995), dapat meningkatkan tonus kontraksi otot polos trachea marmut (Damayanti dkk. 1996), dapat meningkatkan frekuensi kontraksi jantung kura-kura (Damayanti dkk. 1997), dan dapat meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus tikus (Halimah dkk. 1997)
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan khasiat kurkumin yaitu salah satu zat aktif yang terkandung dalam temulawak, tetapi pembahasannya akan kami sajikan pada kesempatan lain.

Paten
  Prestasi Oei Ban Liang dari Indonesia bersama dengan PT Daria Varia Laboratoria perlu kita banggakan. Mereka telah berhasil mempatenkan bahan anti-inflamasi berisi kombinasi zat aktif yang berhasil diisolasi dari Curcuma sp. di Eropa dengan No.: 440885. Sementara itu, di Jepang, Yamazaki dkk. telah mempatenkan germakron yaitu zat aktif yang terkandung dalam temulawak, sebagai penekan sistem syaraf pusat di Jepang dengan nomor: 89139527. Sediaan tersebut berupa granul yang mengandung germakron dan manitol dengan bahan pengikat hidroksipropilselulose 10% dalam etanol.
Pada tahun 1995, Imaisumi dari Suntory Ltd. Jepang telah mempatenkan makanan yang mengandung kurkumen yaitu zat aktif yang berasal dari rimpang temulawak dengan nomor paten 07 20, 149, 628. Dinyatakan bahwa makanan tersebut dapat meningkatkan metabolisme lemak, dan secara in vivo dapat menurunkan trigliserida pada hati dan serum tikus. Adapun Tanaka dkk. dari perusahaan Shiseido di Jepang, baru-baru ini yaitu tahun 1997, berhasil mempatenkan kosmetik untuk kulit dengan nomor 09 20, 635. Kosmetik yang mengandung ekstrak temulawak tersebut dinyatakan efektif sebagai pembentuk melanin atau penghambat tirosinase.

Jumat, 25 Februari 2011

Manfaat Nanas

NANAS buah dengan banyak manfaat

Nanas mempunyai berbagai macam manfaat,sebagai penyembuh dan pembersih tubuh serta bermacam-macam manfaat lainnya. Nanas dapat menjadi salah satu menu buah Anda di saat diet karena rasa dan aromanya yang khas. Nanas juga banyak kita jumpai di dalam gerobak-gerobak buah di sekitar wilayah kampus .Dengan harga yang relatif murah cuma Rp.1000 kita dapat menikmati manfaat yang begitu banyak
Berbagai macam kegunaan nanas antara lain adalah :

Nanas membantu pencernaan protein dan mempercepat proses penyembuhan
Buah nanas kaya akan enzim bromelain. Yang berguna untuk melegakan tenggorokan dan membantu pencernaan. Enzim bromelain mencerna protein di dalam makanan dan menyiapkannya agar mudah untuk diserap oleh tubuh. Nanas juga dapat digunakan untuk mengempukkan daging. Selain kegunaan di atas.Nanas mengandung citric dan malic acid yang memberi rasa manis dan asam pada buahnya. Asam ini membuat nanas menjadi bahan makanan yang digunakan secara luas untuk membuat masakan asam manis. Bromelain membantu proses penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan atau peradangan di dalam tubuh. Nanas adalah pilihan yang baik untuk pasien sebelum dan sesudah menjalani operasi.

Berfungsi sebagai pembersih
Nanas bersifat membersihkan. Enzim bromelain membantu membersihkan tubuh dan mengimbangi kadar keasaman dalam darah. Nanas menaikan kadarbasa darah dan membantu meringankan penyakit edema dengan cara mengurangi air berlebih di dalam tubuh. Nanas adalah salah satu dari beberapa buah yang mempunyai kandungan aspartic acid yang cukup tinggi. Asam aspartic berfungsi sebagai asam amino di dalam tubuh kita sehingga membantu proses metabolisme tubuh. Asam ini juga membantu membuang asam amonia di dalam tubuh. Amonia adalah racun yang berbahaya bagi sistem saraf pusat.

Manfaat lain dari nanas
Hampir sama dengan pisang, nanas juga mengandung serat yang berguna untuk membantu proses pencernaan. Menurunkan kolesterol dalam darah dan mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung. Serat dari 150 gram nanas setara dengan separuh dari jeruk. selain itu kandungan vitamin dan mineral menjadikan nanas sumber yang bagus untuk vitamin C dan berbagai macam vitamin lainnya. Asam chlorogen, yaitu antioksidan yang banyak terdapat di buah-buahan juga dapat ditemukan pada nanas. Asam ini memblokir formasi dari nitrosamine, zat yang dapat menyebabkan kanker. Nitrosamine terbentuk ketika daging olahan yang diberi pengawet dipanaskan pada suhu tinggi. Penelitian menyebutkan nanas mempunyai asam amino esensial dan non esensial untuk membantu memperkuat sistem imun dalam tubuh, mengatasi kelelahan dan meningkatkan stamina dan energi, zat valine dan leucine yang terdapat di dalam nanas juga dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan otot. Zat ini juga termasuk salah satu zat esensial yang diperlukan untuk mempertahankan kadar energi tubuh kita. Zat amino non esensial, proline, penting untuk mempertahankan fungsi sendi dan tendon serta menguatkan otot jantung. Nanas mengandung cystine yang berguna untuk pembentukan kulit dan rambut kita, penting untuk membentuk formasi kulit dan mempercepat penyembuhan luka. Cystine juga membantu memperlambat proses penuaan dini.

Pertimbangan sebelum mengkonsumsi nanas
Bagi beberapa orang, mengkonsumsi nanas terlalu banyak dapat menyebabkan sakit kepala. Nanas dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Sebagian orang dapat merasakan gejala alergi seperti kulit menjadi merah dan gatal setelah mengkonsumsi nanas. Untuk menghindari hal ini, potong dan celupkan nanas ke dalam air garam sebelum dikonsumsi. Dalam kasus alergi serius, bibir dan mulut dapat menjadi bengkak setelah mengkonsumsi nanas. Selain itu nanas juga dapat menyebabkan diare atau mual pada sebagian orang. Hal ini dapat terjadi jika orang yang alergi terhadap nanas mengkonsumsi nanas dalam jumlah besar.

Beberapa tips dalam memilih nanas yang baik
Nanas dapat berwana hijau atau kuning warnanya, ketika memilih nanas, pilihlah nanas yang berat. Hal ini menandakan tingkat kesegarannya. Untuk melihat apakah nanas yang Anda pilih sudah matang atau belum, andalkan indra penciuman Anda. Buah nanas yang sudah matang mempunyai bau yang kuat, manis dan khas. Buah nanas yang tidak matang terasa sangat kecut. Ketika nanas yang belum matang dipanen dari tanamannya. Buah tersebut tidak akan bisa menjadi lebih matang lagi. Buah nanas yang tidak matang tersebut akan mulai membusuk. Karena buah nanas tidak mempunyai cadangan yang bisa diubah menjadi gula.

Manfaat Kecipir

Herbal Alami untuk Radang Anak Telinga – Kecipir, banyak tanaman herbal yang berkhasiat di sekitar kita untuk penyakit tertentu dan salah satunya adalah kecipir. kecipir ini dipercaya mampu menjadi obat bagi radang anak telinga. apa saja kandungan dan khasiat kecipir?
Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) tergolong tumbuhan penutup tanah dan pupuk hijau efektif karena pertumbuhannya sangat cepat dan termasuk sebagai pengikat nitrogen dari udara yang paling baik. Dalam budidaya, sebagaimana budidaya kedelai, kecipir tidak memerlukan sama sekali pemupukan N.
Foto daun kecipir
Khasiat daun kecipir
Biji Kecipir sering dimanfaatkan menjadi tempe kecipir, kecap. Sedangkan buah dan daunnya dipakai sebagai sayuran. Sebagai tanaman pangan kecipir bisa menjadi alternatif dari kedelai. Banyak orang yang menggunakan kecipir untuk memasak oseng oseng kecipir.

Kecipir di masak oseng
Kecipir di oseng
Kandungan:
Biji dan Daun
- flavonoid
- saponin
- tanin
Kandungan gizi:
- kalori
- protein
- lemak
- karbohidrat
- vitamin (A, B, C)

Manfaat Pacar Air


Pacar air berasal dari India. Di Indonesia ditanam sebagai tanaman hias, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar.

Terna berbatang basah dan tegak ini mempunyai tinggi 30-80 cm dan bercabang. Daun tunggal, bertangkai pendek. Helaian daun bentuk lanset memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, dan warnanya hijau muda. Bunga keluar dari ketiak daun, warnanya bermacam-macam, seperti merah, oranye ungu, dan putih. Bunganya ada yang engkel dan ada yang dobel. Buahnya buah kendaga, jika masak akan membuka menjadi lima bagian yang terpirih.

Sifat dan Khasiat
Biji pacar air rasanya pahit, pedas, sifatnya hangat, dan sedikit toksik. Berkhasiat sebagai penghenti perdarahan (hemostatis), meningkatkan fungsi pencernaan, mempunyai efek melunakkan massa yang keras (tumor), antikangker, peluruh haid, dan mempermudah persalinan (parturifasien).

Akar berkhasiat antiradang, peluruh haid (emenagog). Daun berkhasiat penghilang nyeri (analgesic), antiradan. Bunga berkhasiat peluruh haid, abortivum, dan membuyarkan bekuan darah.

Kandungan Kimia
Biji mengandung saponin dan fixel oil (terdiri dari �-spinasterol, �-ergosterol, balsaminasterol, parinaric acid, minyak menguap, quercetin, derifat kaempferol, dan naphthaquinon). Bunga mangandung anthocyanins, cyaniding, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Akar mengandung cynadin mono-glycoside.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah biji, daun, bunga, dan akarnya.

Indikasi Biji (jizingzi) digunakan untuk mengatasi:

* terlambat haid,
* kesulitan melahirkan,
* rasa tersumbat di tenggorokan,
* bengkak akibat terbentur (memar),
* tumor perut, dan
* kanker saluran cerna bagian atas.

Bunga digunakan untuk mengatasi:

* terlambat haid, dan
* bengkak karena gumpalan bekuan darah.


Daun digunakan untuk mengatasi:

* keputihan (leukorea), dan
* nyeri haid.
* Akar digunakan untuk mengatasi:
* rematik, leher kaku, sakit pinggang,
* terlambat haid,
* tertusuk tulang atau benda tajam di kerongkongan.

Cara pemakaian untuk obat y ang diminum, siapkan biji pacar air sebanyak 3-10 g. untuk kanker, gunakan biji sebanyak 15-60 g sekali rebus. Untuk bunga, rebus sebanyak 3-6 g . daun dan akar, rebus masing-masing sebanyak 15-30 g.

Untuk pemakaian luar, giling bunga segar sampai halus, lalu tempelkan ketempat yang sakit, seperti bisul, rematik sendi, radang kulit bernanah, bengkak akibat gumpalan bekuan darah (hematoma), dan gigitan ular. Gilingan daun tulang patah (faktur) dan radang pinggir kuku (cantengan). Air rebusan daun bisa digunakan untuk mencuci luka dan merangsang pertumbuhan rambut.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian.

* Pada percobaan binatang, rebusan biji pacar air dapat mencegah kehamilan.

* Rabusan biji pacar air dapat meningkatkan frekuensi kontraksi uterus kelinci terisolasi yang tidak hamil.

Contoh Pemakaian

* Keputihan (leukorea)
Rebusan daun pacar cina segar (30-60g) dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali, masing-masing setengah gelas.

* Terlambat haid
o Cuci bersih akar pacar air segar sebanyak 4-5 bongol, potong-potong tipis. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari tida kali, masing-masing setengah gelas.
o Siapkan bunga paar air segar dan rimpang temu putih (Curcuma zedoaria) (masing-masing 6 g), herba ginjean (Leonurus sibiricus) (30 g), dan daun iler (Coleus scutellarioides) segar (10 lembar). Cuci semua bahan, lalu iris tipis ripang temu putih. Masukkan ke dalam panci email, rebus dengantiga gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sehari tiga kali, masing-masing setengah segelas.

* Bengkak akibat gumpalan bekuan darah (hematoma) Cuci bunga pacar air segar (5-8 kuntum), lalu giling sampai halus . tambahkan arak putih secukupnya, lalu turapkan ke bagian yang bengkak. Balut, ganti 2-3 kali sehari sampai bengkaknya mengempis.

* Tertusuk tulang di kerongkongan
Cuci akar pacar air yang segar, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, kunyah dan telan dengan air hangat.

Catatan

* Untuk menghindari keguguran, ibu hamil dilarang minum rebusan herba ini.
* Jika digunakan lebih dari satu minggu, bisa menimbulkan rasa kering di mulut, mual, dan tidak nafsu makan.
Gangguan tersebut akan hilang dengan menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan selama 2-3 hari.
* Bunga segar yang dicampur dengan sedikit tawas dapat digunakan untuk mewarnai kuku. Caranya, giling bunga dan tawas sampai halus, lalu turapkan pada kuku dab balut. Buka keesokan harinya dan kuku sudah berwarna. Tawas bisa diganti dengan air kapur atau perasan jeruk sitrun.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons